Home > Keluarga Islami > Kriteria Suami Shaleh dan Isteri Shalehah Menurut Ajaran Islam

Kriteria Suami Shaleh dan Isteri Shalehah Menurut Ajaran Islam

KRITERIA SUAMI SHALEH DAN ISTRI SHALEHAH MENURUT ISLAM

 

َوَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ : ( تُنْكَحُ اَلْمَرْأَةُ لِأَرْبَعٍ : لِمَالِهَا , وَلِحَسَبِهَا , وَلِجَمَالِهَا , وَلِدِينِهَا , فَاظْفَرْ بِذَاتِ اَلدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ )  مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ مَعَ بَقِيَّةِ اَلسَّبْعَةِ

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Perempuan itu dinikahi karena empat hal, yaitu: harta, keturunan, kecantikan, dan agamanya. Dapatkanlah wanita yang taat beragama, engkau akan berbahagia.” Muttafaq Alaihi dan Imam Lima.

Membangun keluarga yang “sakinah mawaddah wa rohmah” sebagaimna tujuab utama nikah, bukanlah suatu pekerjaan yang gampang bagi pasangan suami istri. Syarat utamanya adalah rumah tangga tersebut dihuni oleh sepasang sumai shaleh dan juga istri yang shalehah. bagaimana menjadi seorang suami yang salih maupun istri yang shalihah?.

Islam sebagai agama yang sempurna telah memberikan tuntunan yang baik dan benar. Berikut adalah beberapa kriteria suami yang shaleh dan istri yang shalehah menurut ajaran islam sebagaimna yang telah dirangkum oleh Abdul Rachman, MHI. dalam buku nya : “Buku Saku KELUARGA, Tuntunan Menuju Keluarga Sakinah”

Kriteria Suami Shaleh dan Isteri Shalehah menurut ajaran islam
A. Kriteria Suami Shaleh
1. Memberikan nafkah sesuai kemampuan.
2. Bergaul dengan ma’ruf.
3. Membimbing isteri dalam ketaqwaan kepada Allah.
4. Bertindak sebagai pemimpin serta pendidik bagi isteri dan anak.
5. Senantiasa membahagiakan isteri ketika mengadakan hubungan biologis/jima’.
6. Penyantun dan penyabar kepada isteri dan anaknya.
7. Pemaaf, ramah, menahan amarah dan tidak segan memberikan nasihat kepada isteri dan anak.
8. Menyayangi isteri, anak dan kerabat.
9. Tidak menyusahkan dan menganiaya isteri dan anak.
10. Tidak menceritakan ketampanan laki-laki lain.
11. Berwasiat yang baik dan suka bermusyawarah dengan isteri.
12. Keteladanan, bertanggung jawab dan pandai menciptakan suasana yang menyenangkan.
13. Bijaksana, tidak gampang mencela dan tidak memancing kecemburuan isteri.
14. Komunikasi yang baik dan senantiasa memanggil isteri dengan panggilan yang menyenangkan.
15. Tidak membiarkan isteri berbuat mungkar atau cerobah dan menjaga rahasia.
16. Tolong menolong dalam urusan rumah tangga.
17. Memuliakan keluarga isteri/tamunya.
18. Jika berpergian jauh hendaknya:

  • Berilah wasiat yang pada isteri.
  • Meminta doa.
  • Membekali nafkah.
  • Selalu berkomunikasi.
  • Jika urusan selesai cepat kembali.
  • Membawa ole-ole.
  • Jangan memberitahukan dengan mendadak (kapan pergi dan kapan pulang).
  • Apabila memungkinkan ajak isteri.

B.  Isteri Shalehah
1. Taat kepada suami dan bersegera jika suami mengajak jima’.
2. Membahagiakan suami.
3. Berhias atau bersolek secantik mungkin untuk membahagiakan suami.
4. Mencari kerelaan suami dan berterima kasih atas pemberiannya (qona’ah).
5. Ber-zuhud dalam hal duniawi (tidak menghamburkan harta tatkala mendapatkan dan tidak sedih manakala kehilangan harta).
6. Berbagi rasa, baik suka maupun duka.
7. Setia terhadap suami selama tidak mengajak maksiat.
8. Tidak mudah cemberut dan selalu komunikasi dengan baik.
9. Memaafkan kesalahan suami dan menghargai suami.
10. Senantiasa sabar atas ujian yang menimpa.
11. Menjaga kehormatan suami disaat bepergian.
12. Tabah (jangan mengumbar/mengeluhkan penderitaan pada sembarang orang).
13. Hemat dalam penggunaan uang.
14. Menjaga kehormatan diri.
15. Jika bepergian senantiasa izin kepada suami. Cara bepergian isteri shalehah tanpa melanggar agama:

  • Pastikan tujuannya baik.
  • Musyawarah dengan suami.
  • Sholat dulu sebelum pergi.
  • Mengajak kerabatnya (mahram) atau sesama muslimah.

16. Menghindari berkhalwat (menyendiri antara laki-laki dan perempuan) dan ikhtilat yaitu bercampur baur antara laki-laki, serta tidak memasukkan pria ke dalam rumah.
17. Menutupi aib.
18. Menunduk atau menahan penglihatan terhadap sesuatu yang tidak halal.
19. Tidak menyerupai tingkah laku lakilaki.
20. Menghindari ghibah (menggunjing orang lain).
21. Tidak menceritakan ketampanan laki-laki lain.
22. Amanat dan jujur.
23. Menghindarkan tabaruj (memperlihatkan dengan sengaja/pamer) kecantikan, pakaian, perhiasan, dan pada orang lain.
24. Memuliakan keluarga suami/tamunya.
25. Tidak meminta cerai tanpa alasan.
26. Pandai menciptakan suasana sejuk dan nyaman dalam rumah tangga.

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: